Sejarah

RIWAYAT PENDIRIAN

SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh didirikan pada bulan Juni tahun 2004 dengan dipimpin seorang kepala sekolah dan dibantu oleh 5 orang guru, dibawah naungan Yayasan Pendidikan, Sosial dan Dakwah Al Hikmah (sekarang Hikmah Sejati). Jumlah murid pada tahun pertama adalah 28 orang yang kesemuanya  duduk di kelas satu. Pasca Tsunami, siswa angkatan pertama ini hanya tersisa 15 orang dimana sebagian sebagian besar siswa menjadi korban Tsunami. Memasuki tahun kesepuluh, saat ini keseluruhan siswa SDIT Nurul Ishlah berjumlah kurang lebih 390 orang yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas 6. Peningkatan jumlah yang sangat signifikan ini menunjukkan betapa masyarakat memberikan kepercayaan yang sangat besar kepada SDIT Nurul Ishlah dalam membina dan mendidik generasi penerus bangsa.

 

 

LATAR BELAKANG

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Ishlah adalah sekolah yang menjadikan pesan-pesan Islam sebagai inspirator pada semua bidang pelajaran. SDIT Nurul Ishlah selalu berupaya menjadikan nilai-nilai dan pesan-pesan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai rujukan pertama dan utama dalam bidang kegiatan belajar. Dengan demikian aktifitas kegiatan sekolah yang meliputi kegiatan belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas selalu berada pada bingkai-bingkai Rabbaniyah.

SDIT Nurul Ishlah memadukan bidang pelajaran umum dengan bidang pelajaran agama secara seimbang bahkan memasukkan pesan-pesan Ilahi diseluruh bidang studi sekolah juga mengkondisikan siswa pada lingkungan kehidupan yang penuh dengan nuansa Islam, dengan menjadikan masjid sebagai sentral kegiatan ibadah dan pemantapan nilai-nilai ruhiyah.

SDIT Nurul Ishlah berupaya mengintegrasikan secara optimal aspek kognitif, efektif dan psikomotor dalam proses dan kegiatan belajar mengajar.

SDIT Nurul Ishlah juga berupaya melibatkan peran orang tua dan masyarakat dalam pembinaan dan pendidikan para siswa.

SDIT Nurul Ishlah dengan segenap potensi dan kemampuan yang ada berupaya menggulirkan aktivitas pendidikan bagi putera-puteri Islam agar memiliki:

  • Aqidah dan Ibadah yang Shahih
  • Aqal yang Dzakiy
  • Akhlaq yang Karimah
  • Tubuh yang Qowiy
  • Sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah
  • Cerdas, kreatif dan berpengetahuan
  • Santun, amanah, jujur, tegas, tertib,disiplin, berani, dan bertanggung jawab.
  • Sehat,bugar dan cekatan

Dengan bekal tersebut diharapkan mereka menjadi pemimpin ummat yang cakap, handal, dan mampu mengangkat harkat dan derajat perikehidupan ummat dalam kesejahteraan dunia-akhirat.